Parade Hati

image
Pura-pura lupa untuk meringankan luka. Seperti itulah..
Ada saat dimana dimana kita tak perlu menoleh ke belakang untuk meringankan langkah. Aku percaya dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih melegakan, sesuatu yang membuat kita bersyukur.
Terkadang aku berharap, ada malaikat yang kan membawaku dalam ketenangan pelukmu. Walau kita berjarak sejengkal, mataku manja ingin dipandang olehmu. Lalu aku sadar, aku hanya menghitung waktu yang kuhabiskan tanpamu.
Sungguh itu tak semudah saat bernapas. Dalam waktu berteman sepi. Dalam pilihan, tertinggal atau mengejar harapan.
Semoga aku tak berjalan mundur. Dengan sekian mimpi kita yang semakin terajut. Mendoakan diam-diam, yang terbaik untuk jalan kita. Asalkan kamu juga tak berjalan mundur.
Ada celah waktu setiap pagi saat ku membuka mata. Terdiam dalam lebur sepi yang mendalam, maafkan ketidak kesempurnaan ini. Ketika satu perbedaan seakan memisahkan kita ribuan teluk. Adakah keterpaksaan yang membuatku harus kau peluk?
Cinta kita segitiga. Ada aku, kamu dan Tuhan. Doa kita sedang ada di perlintasan, selanjutnya biarkan Tuhan yang melukis kisah kita.
Berpeluk waktu dan aku berkaca.
Jakarta, 8 Mei 2016
Dari tempatku merajut gusar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *